Kamu,
menertawakan impian karena itu tidak berguna
Aku pernah bermimpi,
tanganmu yang membelai rambutku sambil tertawa selalu berbau rokok
Aku tidak suka bau rokokmu itu,
dan tidak suka wajahmu yang sok dewasa itu
Tapi pada akhirnya aku hanyalah anak kecil yang menangis sambil memanggil namamu,
mungkin kau jua tahu,
sekarang juga aku menyesali kesombongan di masa kecil itu
Kamu mungkin,
tidak akan pernah tahu

