Click Here For Free Blog Backgrounds!!!
Blogaholic Designs

Sabtu, 30 Juli 2011

Ceritaku di Balik Butiran Biji Bunga Matahari


Akhir' ini mamah sering bliin biji bunga matahari buat camilan . Katanya nih baik buat kesehatan . Menyerap kolestrol berlebih dan mencegah berbagai macam penyakit . Akhirnya hampir tiap hari aku makan tuh biji bunga matahari .

Cara makan biji bunga matahari versi ku tuh gini, pertama kulitnya dibuang dulu, trus biji nya jangan langsung dimakan, tapi dikumpulin dulu mpe sekitar 50 buah . Ntar kalo udah ngumpul baru dimakan bareng" . Nah, gara" ini aku jadi mikir tentang filosofi yang digambarkan oleh sekelompok biji bunga matahari .
Menurutku, di sini mereka menggambarkan tentang apa itu kehidupan . Topik ini erat banget sama peribahasa 'Berakit - rakit ke hulu, Berenang - berenang ke tepian' . Maksudnya, kita bersakit - sakit dahulu, baru senang - senang kemudian .
Seperti halnya hidup kita yg diawali dengan kesusahan, dengan kerja keras, dan usaha - usaha yang harus dimaksimalkan . Kemudian, hasil dari kerja keras itu akan kita nikmati dengan senang .

Namun sebenernya yang namanya hidup itu memiliki kesusahan yang lebih besar daripada hasil (kesenangan) yg akan kita capai . Hal ini digambarkan dengan jumlah kulit biji bunga matahari yang dibuang, dengan biji dalamnya biji bunga matahari yang kita makan . Berani taruhan kalo jumlah kulitnya pasti lebih banyak daripada isinya! :P

Lalu, lalu, ada lagi . Kadang hasil yang akan kita nikmati, yang sudah di depan mata itu, bisa menghilang sewaktu - waktu tanpa kita duga . Seperti ketika biji bunga matahari yang siap makan yang jumlahnya sampe 50 buah itu tiba" numplek dan dimakan ama ayam - - (yang ini kasihan banget sih kayaknya) .

So, itulah hidup yang bagai biji bunga matahari . Kadang mereka senantiasa merekah ketika mentari bersinar, namun akan mengatup apabila matahari terbenam . salam, Himawari .